--:--:--
Berita Sekolah

Jejak Cinta ke Madinah”, Hasna Aulia Asyadi Raih Juara 3 Lomba Cipta Puisi Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

25 Agustus 2026 • Admin • 26 pembaca • 3 menit baca
Jejak Cinta ke Madinah”, Hasna Aulia Asyadi Raih Juara 3 Lomba Cipta Puisi Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Purwakarta — Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dapat diekspresikan melalui banyak cara. Bagi Hasna Aulia Asyadi, santri kelas XI IPS 2 SMA–MA Al-Muhajirin Pusat, rasa cinta dan kerinduan tersebut dituangkannya melalui untaian kata dalam sebuah puisi berjudul “Jejak Cinta ke Madinah.”

Karya tersebut berhasil mengantarkan Hasna meraih Juara 3 Lomba Cipta Puisi dalam rangka Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan di lingkungan SMA–MA Al-Muhajirin Pusat.

Puisi “Jejak Cinta ke Madinah” menghadirkan ungkapan kerinduan seorang umat kepada Rasulullah ﷺ meskipun terpisah oleh jarak dan zaman. Melalui bait-bait sederhana tetapi sarat makna, Hasna menggambarkan bahwa cinta kepada Rasulullah ﷺ dapat tumbuh melalui kisah perjalanan hidup beliau, shalawat, serta usaha untuk meneladani akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Jejak Cinta ke Madinah

Karya: Hasna Aulia Asyadi – XI IPS 2
Juara 3 Lomba Cipta Puisi Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Ya Nabi, aku mencintaimu
dari negeri yang jauh
dari tempat yang tak pernah kau injak
tapi kisahmu selalu kuhidupkan di rumah.

Aku belajar sabar
dari caramu memaafkan,
belajar lembut
dari caramu menyapa,
belajar kuat
dari caramu tetap tersenyum
saat dunia menolakmu.

Tak ada hadiah yang bisa kuberi
selain shalawat yang putus-putus,
tak ada air mata yang cukup
untuk membayar rindu yang menggunung.


Dari Kerinduan Menjadi Keteladanan

Melalui puisinya, Hasna tidak sekadar berbicara tentang kerinduan kepada Madinah. Ia membawa pembaca pada pesan yang lebih mendalam: bahwa mencintai Rasulullah ﷺ perlu diwujudkan melalui usaha meneladani akhlaknya.

Kesabaran, kelembutan, kemampuan memaafkan, serta keteguhan Rasulullah ﷺ menjadi nilai yang diangkat dalam karya tersebut. Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus hidup dalam diri para santri di tengah perkembangan zaman.

Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi salah satu sarana bagi SMA–MA Al-Muhajirin Pusat untuk menghadirkan peringatan Maulid yang tidak hanya bersifat seremonial. Berbagai perlombaan menjadi media bagi santri untuk belajar, berkarya, mengembangkan bakat, sekaligus memperdalam kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Lomba Cipta Puisi secara khusus memberikan ruang bagi santri untuk menggabungkan kemampuan literasi dengan penghayatan terhadap nilai-nilai keislaman. Dari proses tersebut lahir karya-karya yang tidak hanya indah untuk dibaca, tetapi juga membawa pesan dan nilai pendidikan.

Prestasi Hasna Aulia Asyadi menjadi bagian dari semangat SMA–MA Al-Muhajirin Pusat dalam mendorong santri agar terus mengembangkan kemampuan akademik, literasi, kreativitas, dan karakter.

Melalui semangat Sekolah Integrasi Ilmu & Madrasah Kader Ulama, sekolah terus berupaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kecakapan ilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak, mencintai Rasulullah ﷺ, mampu berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selamat kepada Hasna Aulia Asyadi atas raihan Juara 3. Semoga karya “Jejak Cinta ke Madinah” menjadi langkah awal untuk terus melahirkan karya-karya inspiratif serta menjadi pengingat bahwa kerinduan kepada Rasulullah ﷺ akan semakin bermakna ketika tumbuh menjadi keteladanan dalam kehidupan.

SMA–MA AL-MUHAJIRIN PUSAT
Sekolah Integrasi Ilmu & Madrasah Kader Ulama

Penerimaan Santri Baru Jenjang SMA–MA–SMP–MTs
psbalmuhajirinpusat.my.id