Purwakarta — Semarak Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMA–MA Al-Muhajirin Pusat menjadi ruang bagi para santri untuk mengekspresikan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ melalui karya, kreativitas, dan literasi.
Salah satu prestasi lahir dari Farhan Choirul Rizal, santri kelas X MAK, yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Cipta Puisi melalui karya berjudul “Petunjuk yang Gengsi untuk Diikuti.”
Puisi tersebut mengangkat refleksi tentang perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Farhan menggambarkan bagaimana umat terdahulu telah menanti datangnya nabi dan rasul terakhir sebagaimana diterangkan dalam kitab-kitab mereka. Namun, ketika Rasulullah ﷺ hadir membawa risalah kebenaran, sebagian justru menolak karena gengsi dan fanatisme golongan.
Melalui karya tersebut, pembaca diajak merenungkan bahwa kebenaran tidak cukup hanya diketahui. Kebenaran membutuhkan kerendahan hati untuk diterima dan keberanian untuk diikuti.
Petunjuk yang Gengsi untuk Diikuti
Karya: Farhan Choirul Rizal – X MAK
Juara 2 Lomba Cipta Puisi Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Banyak umat-umat terdahulu yang menanti kelahiranmu
setelah masa-masa Nabi sebelumnya
di dalam kitab-kitab mereka tertulis
akan ada nabi dan rasul terakhir
mereka menanti-nanti kelahiranmu.
Tapi saat kau lahir, ya Rasulullah,
mereka tidak mau menerima dan mengakuimu
sebagai nabi dan rasul karena mereka gengsi.
Gengsi karena engkau tidak terlahir
dari golongan mereka, yaitu Yahudi dan Nasrani.
Mereka mengingkari apa yang ada dalam kitab mereka.
Dan mereka selalu berusaha menjatuhkanmu
saat kau menyebarkan agama yang benar,
untuk menyembah kepada Tuhan Yang Satu,
yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Tapi mereka terus membangkang
dan menolak ajakan-Mu.
Karya Farhan menjadi salah satu bentuk bagaimana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga edukatif, literatif, dan reflektif.
Melalui Lomba Cipta Puisi, para santri diajak membaca kembali perjalanan kehidupan dan dakwah Rasulullah ﷺ, kemudian mengolah pemahaman tersebut menjadi sebuah karya sastra.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H SMA–MA Al-Muhajirin Pusat, yang melibatkan para santri dalam berbagai kegiatan untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus mengembangkan potensi dan kreativitas mereka.
Prestasi Farhan juga menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi salah satu media pendidikan karakter. Dari sebuah puisi, santri belajar memilih kata, menyusun gagasan, memahami pesan sejarah, sekaligus menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada pembaca.
SMA–MA Al-Muhajirin Pusat terus mendorong para santri untuk berani berkarya dan berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Pendidikan diarahkan tidak hanya pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak, kreativitas, kemampuan berpikir, serta kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Melalui semangat Sekolah Integrasi Ilmu & Madrasah Kader Ulama, SMA–MA Al-Muhajirin Pusat berharap lahir generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki kecakapan literasi, dan mampu memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
Penerimaan Santri Baru SMA–MA–SMP–MTs Al-Muhajirin Pusat
Informasi pendaftaran: psbalmuhajirinpusat.my.id

